Senin, 29 Agustus 2016

Posted by semangat 06.24 No comments

Kisah Nabi Khidir AS memang sarat dengan pesan dan hikmah bijak. Bukan hanya seputar perjalanannya yang fenomenal dengan Nabi Musa AS, melainkan masih banyak lagi kisah hidup lain dari Nabi Khidir yang bermuatan hikmah agung.

Di antaranya, seperti dikisahkan Jurnal 1001 Kisah Teladan Muslim, Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi mendapat perintah. Perintah tersebut berbunyi: “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.” Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir. 

Masih di dalam tidurnya, Nabi Khidir menerima lima perintah yang harus dikerjakannya dengan segera jika ingin mendapatkan ridha Allah SWT.  “Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.” 

Pada keesokan harinya, Nabi Khidir  itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat. Baru beberapa kilo keluar dari rumahnya, Nabi Khidir dipertemukan dengan perintah pertama.

Naum Nabi Khidir bingung karena yang diperintahkan pertama itu adalah memakannya. Sementara yang ia temui adalah sebuah bukit. Karena kebingungan itu ia bergumam dalam hatinya.   

“Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."

Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika ia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.

Maka Nabi Khidir itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Ia pun mengucapkan syukur.
“Alhamdulillah perintah pertama sudah aku kerjakan semoga Allah memudahkan pelajaran yang tersirat ini,” katanya.  

Setelah menyelesaikan perintah pertama, Nabi Khidir meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas.

Ia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan. Untuk itu ia bersegera menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu dan kemudian ia tinggalkan begitu saja.

Setelah meninggalkan beberapa langkah. Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar seperti semula. Nabi itu pun menanamkannya kembali. Kejadian itu berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut. Maka berkatalah Nabi Khidir. “Aku telah melaksanakan perintah-Mu ya Allah.” 

Lalu ia pun meneruskan perjalanannya. Anehnya, ia kembali mengalami peristiwa serupa. Tanpa disadari Nabi Khidir mangkuk emas tersebut untuk kesekian kalinya, keluar dari tempat ditanam.

Namun Nabi Khidir kali ini tidak mempedulikannya. Ketika ia sedang berjalan, tiba-tiba ia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil.  

Kemudian burung kecil yang terlihat kelelahan itu menghampiri Nabi Khidir dan berkata. “Wahai Nabi Allah, tolonglah aku,” pintanya dengan napas tersengal-sengal .

Mendengar permintaan burung yang memelas itu. Nabi Khidir pun langsung meraih burung itu dan masukkan ke dalam bajunya agar tidak diterkam burung elang yang sedang lapar itu.

Namun burung elang mengetahui kalau mangsanya telah disumbunyikan oleh Sang Nabi. Elang pun datang menghampiri Nabi Khidir dan berkata, “Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.” 

Karena dua-duanya membutuhkan pertolongannya, Nabi Khidir pun sempat kebingungan. Namun ia teringat pesan dan arahan keempat yang muncul dari mimpinya, yaitu hendaknya ia tidak memutuskan harapan.

Akhirnya ia membuat keputusan untuk mengambil pedang lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.

Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan burung kecil tadi dan melepaskannya ke alam bebas.
Usai kejadian itu, Nabi Khidir meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian ia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya. Ia pun bergegas lari dari situ karena tidak tahan menghirup aroma yang sangat menyengat itu.

Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, Nabi Khidir pulang ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi Khidir  pun berdoa. Dalam doanya ia berkata, “Ya Allah, aku telah pun melaksanakan sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku arti semuanya ini,” katanya dalam doanya di malam hari.  

Tidak lama setelah berdoa Nabi tertidur dan kembali bermimpi. Dalam kesempatan mimpi kali ini, ia mendapatkan jawaban atas keseluruhan perintah yang ditujukan kepadanya itu.

“Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya tampak besar seperti bukit tetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis dari pada madu.

Kedua, semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan tampak juga. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya.

Keempat jika orang meminta kepadamu, berusahalah membantunya, meski sejatinya engkau tengah ada suatu kepentingan. Kelima,  bau yang busuk itu ialah ghibah atau menceritakan hal seseorang. “Maka larilah dari orang orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah,” kata Allah.

sumber :
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/16/07/01/o9n9kd320-nabi-khidir-as-dan-lima-pesan-misterius-sarat-hikmah

Sabtu, 20 Agustus 2016

Posted by semangat 23.02 No comments

[Tulisan Mulyana Ahmad]

Tuhan menciptakan 1 minggu ada 7 hari dan semua hari itu adalah baik. Kemudian Tuhan memerintahkan kepada Bani Israil untuk menggunakan hari Sabtu khusus untuk beribadah kepadaNya. Semua berjalan dengan normal sampai kemudian Tuhan memberikan cobaan dengan mendatangkan ikan yang banyak setiap hari Sabtu. Bani Israil pun tidak lulus dalam ujian ini.

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik." (QS Al-Al-Araaf: 163)

Tuhan telah menciptakan ribuan jenis bintang dalam jumlah yang sangat banyak. Diletakan di lautan, sungai, darat dan udara. 100 juta ton ikan, 62 juta ton sapi, 30 juta ton ayam dll dimakan setiap tahun tapi tidak pernah habis. Kemudian Tuhan melarang beberapa jenis binatang saja yang tidak boleh dimakan atau digunakan. Ini sama halnya Tuhan memberikan 6 hari untuk mencari nafkah dan 1 hari untuk beribadah.

Tuhan memberikan ujian dengan binatang BABI dengan cara memberikan manfaat yang banyak padanya tapi tidak boleh digunakan. Bila ada binatang lain yang halal dan bermanfaat dari ujung rambut sampai ujung kakinya, maka babi ini bisa digunakan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari air liur, urine sampai tinja. Semuanya bermanfaat. Tuhan juga memberikan cobaan dengan cara memberikan babi anak yang banyak, mudah dan cepat berkembang biak, mudah memberi makannya karena kotorannya sendiri dan kotoran binatang lain bisa dia makan. Babi tidak akan sakit karena 98% racun kotoran tersebut dia simpan di dalam lemaknya.

Air kencing babi adalah bahan parfum dan flavour yang hebat. "Xxxxxtenol" yang ada di dalamnya mempengaruhi organ paling sensitif manusia yang terdapat di bawah hidung, olfactory bulb dan olfactory epitel. Bila anda tahu cara menggunakannya, anda bisa membuat parfum no 1 yang mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Bisa digunakan untuk membooster aroma makanan dan minuman, bisa digunakan sebagai obat perangsang bahkan digunakan untuk "sandera politik" dengan cara gratifikasi sex yang tidak bisa ditolak kemudian difilmkan dan difoto. Foto atau video ini yang daijadikan "sandera politik" (ini yang umum terjadi sekarang).

Di Tiongkok, kotoran babi jantan yang sedang birahi dibuat menjadi "hio" dupa bakar. Asapnya mengandung pheromone AndroXxxx yang memberikan rasa hangat kekeluargaan, menurunkan tensi amarah dan kedamaian yang palsu.

Air liur babi mengandung.......xxxx
Testis babi mengandung........xxxxx
Ginjal babi mengandung......xxxx
Hati babi mengandung.....xxxx
(Saya ragu membahasnya karena takut disalah gunakan)

Lemak babi mengandung glyserol monostearate (GMS). Tertinggi dan termurah di dunia. Kadarnya mencapai 86%. Dia adalah bahan emulsifier yang bisa membuat semua olahan gandum seperti roti dan donat teksturenya menjadi lembut dan berkelas. Semua olahan pasta menjadi homogen. Semua kosmetik menjadi teremulsi sempurna. Hanya dengan mencampurkan susu bubuk dengan GMS babi, maka susu mudah larut di air panas maupun dingin. Susu bubuk yang halal terpaksa harus membeli alat encapsulasi berharga puluhan milyar untuk membuat susu bubuk mudah larut di air dingin.

Tulang babi mengandung gelatin, tulang sapi juga mengandung gelatin. Tapi banyak gelatin yang diproduksi dari sapi yang disembelih tidak dengan menyebut nama Allah. Gelatin digunakan dalam pembuatan kapsul, pengental syrup dan makanan, stabillizer, pembuat permen gel, dll.

Darah babi adalah media terbaik untuk pembiakan strater vaksin dan obat. Starter biakan bakteri penyedap rasa (glutamic acid). Anda akan sulit bila menggunakan serum darah dari binatang lain. Bisa tapi lebih mahal proses dan peralatannya.

Turunan aplikasi bagian dari babi ini bisa digunakan hampir dalam semua jenis perawatan tubuh seperti: sabun, samphoo, serum kecantikan, pasta gigi, dll. Digunakan dalam industri obat dan pharmacy. Digunakan dalam industri makanan dan minuman.

Semua sudah Tuhan sediakan bahan substitusinya. Tapi bila menggunakan babi lebih murah biayanya.

Babi adalah hewan dengan nafsu makan tertinggi di dunia. Tingginya kadar hormon ghrellin pada babi membuat babi menjadi binatang paling lapar di dunia. Kotoran sendiri pun dia makan. Daging babi yang dimakan menyebabkan naiknya nafsu makan manusia. Leptin yang dihasilkan tubuh untuk memberikan signal "kenyang" tergerus oleh hormon ghrellin (hormon lapar) yang terdapat di dalam daging babi dalam jumlah tinggi.

Zat besi dan zinc daging babi separuh dari daging sapi. Mengkonsumsi daging babi lebih cepat merasa lapar kembali dibanding mengkonsumsi daging sapi dalam jumlah yang sama.

(Buku akan menjadi tebal bila tulisan ini dilanjutkan...)

Tapi bila Allah sudah menghendaki, bila sudah tiba waktunya: tidak membutuhkan waktu lama bagi para pemuda dari timur atau siapapun yang dikehendakiNya untuk membuat biosensor yang memiliki kemampuan mendeteksi bagian dari organ babi yang digunakan dengan sangat akurat dan tak terbantahkan. Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan kemudharatan yang ditimbulkannya. Pelajarilah nanosome, liposome, asam lemak, asam amino dari babi dalam orde nano. Untuk melipat gandakan effect mudharat yang tersembunyi. Siapapun yang terjun di dalamnya akan dimuliakan. Peneliti Indonesia di Malaysia dianugrahi award dari dunia islam, semoga kelak dimuliakan di akhirat.

Indonesia adalah negeri degan jumlah muslim terbesar dan insyaAllah pasti Allah SWT memiliki tujuan dari semua ini. Untuk berkontribusi bagi rahmatan lil 'alamin.

Lahan jihad itu luas, kawan.

*Sumber: fb

Selasa, 16 Agustus 2016

Posted by semangat 15.10 No comments

ANDA tentu sudah mengenal sosok pahlawan yang satu ini bukan? Ya, Drs. H. Mohammad Hatta atau yang biasa kita kenal sebagai Bung Hatta merupakan salah satu wakil dari pemimpin pertama negeri ini. Ia memiliki andil yang luar biasa dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Untuk mempertahankan kemerdekaan pun, sosok kepemimpinannya begitu menginspirasi kita.

Kita sungguh beruntung karena telah memiliki sosok pemimpin seperti Bung Hatta. Mengapa? Sebab, ia adalah sosok yang jujur, sederhana, bijaksana dan rasa cinta yang melekat kepadanya betul-betul memikat hati.

Tahukah Anda, ada kisah menarik dari putra kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat ini? Kisah antara dia dan sepatu bally. Hingga akhir hayat, sepatu impiannya itu tak terbeli juga karena tak tercukupinya uang. Bayangkan, seorang wakil presiden sebuah negara tak mampu membeli sepatu bally! Ketika dia pensiun pun, uang pensiunannya tak mampu untuk membayar tagihan air dan PBB.

Kesederhanaannya sungguh luar biasa. Meski begitu, cintanya untuk ibu pertiwi justru sebaliknya. Megah tak terkira, mengalahkan kebesaran Gunung Himalaya kalau boleh dihiperbolakan. Dibuang hingga ke Digul atau disingkirkan oleh teman seperjuangan sendiri tak pernah menggoyahkan rasa cintanya. Apa pun rela dia korbankan untuk Indonesia entah itu darah, keringat, air mata, atau bahkan nyawa.

“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” tegas Hatta.

Hatta memang tidak meninggalkan harta benda. Tapi dia memberikan legacy, yakni keteladanan. Tentu, kita sangat memimpikan lahirnya kembali pemimpin seperti Bung Hatta bukan? []

Sumber: http://intisari-online.com/

Posted by semangat 15.08 No comments

INDONESIA kini dikenal sebagai sebuah negera yang merdeka. Di mana, wilayah ini menjadi sebuah kedaulatan. Tak ada lagi penistaan, penindasan dan kekerasan yang dilakukan oleh kaum penjajah. Sebab, sebagai negara, Indonesia memiliki hak untuk berdiri sendiri, dan tidak lagi menjadi bonekanya para bangsa yang tidak bertanggungjawab.

Indonesia merupakan istilah yang telah ditetapkan oleh pejuang negeri ini di masa lalu. Dan ternyata, ada keterkaitan antara nama Indonesia dan Quran surat Al-Balad. Apakah itu?

Pernahkah kita iseng-iseng hitung huruf-huruf yang ada di kata “INDONESIA”? Jika belum pernah, mari kita coba hitung-hitungan.

I = 9
N = 14
D = 4
O = 15
N = 14
E = 5
S = 19
I = 9
A = 1

Mari kita coba teliti. Dari sekian banyak angka, angka yang muncul hanya angka ”9, 1, 4 dan 5”. Ternyata angka ini sama dengan angka tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.

Tentunya angka ini bukanlah suatu kebetulan. Tapi angka ini memang sudah ditentukan atau ditakdir kan oleh Allah SWT. Angka atau nomor cantik ini memang “dipersembahkan” khusus untuk bangsa Indonesia.

Sekarang kita lanjutkan lagi. Coba angka-angka di atas tadi kita jumlahkan. Maka hasil penjumlahan kita itu akan dapatkan angka “90”. Angka yang cukup sempurna.

Apabila angka “90” kita hubungkan dengan nama surat dalam Al-Quran, terdapat pada surat apa angka itu? Angka “90” tepat ada pada surat “Al-Balad” yang artinya “Negeri”.

Ternyata bukan hanya kemerdekaan yang telah dipersiapkan, tapi Indonesia juga telah dinyatakan dalam Al-Quran bahwa wilayah ini memang sebuah negeri yang penuh dengan rahmat dan karunia Illahi.

Lihatlah di dalam pembukaan atau mukaddimah UUD 1945 terdapat kalimat, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Subhanallah bukan? Ternyata benarlah bahwa tak ada yang kebetulan di dunia ini. Allah SWT telah mengatur segalanya, termasuk dalam hal ini sebuah negeri. Dan Indonesia memanglah sebuah negeri. Hal ini terbukti dengan adanya kecocokan jumlah kata dengan nama surat yang ada dalam Al-Quran, yang menunjukkan kebenaran hal ini. Wallahu ‘alam. []

Sumber: mediahatikita.wordpress.com

Posted by semangat 15.06 No comments

PERJUANGAN bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan begitu besar. Mereka rela mempertaruhkan nyawa demi terbebas dari jerat penindasan yang dilakukan oleh para penjajah. Hingga, akhirnya perjuangan mereka membuahkan hasil yang begitu membanggakan dan tak terlupakan. Yakni menjadi sebuah negara yang merdeka.

Tahukah Anda, bahwa hal ini bukanlah suatu kebetulan? Ya, Allah SWT telah mengaturnya. Bahkan, 17 Agustus 1945 waktu kemerdekaan kita sudah tertulis dalam Al-Quran.

Semua orang tentu sudah mengetahui bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945 yang bertepatan pada hari Jum’at di bulan Ramadhan. Namun apakah ada yang mengetahui bahwa Indonesia merdeka pada tanggal 8 Ramadhan 1364 H? Pasti banyak di antara kita yang tidak mengetahuinya.

Sebuah penemuan ditemukan di sebuah sofwer kalender horoskop ciptaan Johan Wijarko, yang mana memperlihatkan dengan jelas bahwa pada Jumat, 17 Agustus 1945 itu bertepatan dengan Jum’at 8 Ramadhan 1364 Hijriyah.

Jika dikaji maka kita akan mengetahui bahwa kemerdekaan Indonesia telah lama tertulis di Al-Qur’an. Benarkah? Mari kita cermati.

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 yang mana jika dihitung secara kalender Hijriah maka akan bertepatan dengan 8 Ramadhan 1364 H. Dan Ramadhan merupakan bulan ke 9 di Kalender Hijriah. Maka akan menjadi seperti tanggal 8 bulan 9 (Ramadhan) tahun 1364 Hijriah.

Angka 8 dan 9 menjadi patokan kita untuk menemukan surah dan ayat yang terdapat di Al-Quran. Tepatnya di surah Al-Anfal ayat 9 yang berbunyi, “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut’,” (QS. Al-Anfal: 9).

Ayat ini merupakan kisah dari keengganan sebagian sahabat untuk pergi ke perang badr. Dan pertolongan Allah kepada kaum muslimin. Yang dituliskan dalam Al-Quran di surah Al-Anfal ayat 5-14.

Seolah mengisahkan juga seorang Soekarno (golongan tua) yang agak enggan untuk memproklamirkan kemerdekaan pada saat itu. Namun ia didesak oleh pemuda (golongan muda) seperti Wikana untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Dan akhirnya dengan izin Allah dan pertolongan Allah, Allah SWT meneguhkan hati Soekarno. Dan memberikan bantuan kepada Soekarno lewat pemuda-pemuda Indonesia yang berisikeras memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada saat itu juga. Akhirnya kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di tanggal 17 Agustus 1945 atau 8 Ramadhan 1364 H.

Masih tentang keterkaitan antara ayat Al-Quran dengan kemerdekaan Indonesia. Indonesia merdeka pada tanggal 17-8-45 masih di surah Al-Anfal (surah kedelapan di Al-Quran) ayat ke 17 dan ayat ke 45 berbunyi:

“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al-Anfaal: 17).

Di ayat ke 17 ini semakin menegaskan bahwa Allah SWT memberikan bantuan dan kemenangan kepada Indonesia yang berusaha memperjuangkan kemerdekaan. Sedangkan pada ayat ke 45 masih di surah Al-Anfal berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung,” (QS. Al-Anfaal: 45).

Ayat tersebut menggambarkan para pejuang muslim di masa dulu selalu menyerukan kalimah “Allahu Akbar” dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengobarkan semangat juang para pahlawan hingga harta, jiwa dan jasadnya mereka pertaruhkan untuk memerdekakan negara ini untuk kita para penerus bangsa.

Ingatlah, di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Semuanya sudah diatur oleh Allah SWT. Begitu juga dengan kemerdekaan Indonesia yang telah tertulis di Al-Quran, jauh sebelum negara indonesia terbentuk. Wallahu ‘alam. []

Sumber: http://www.cakrawawasan.com/

Jumat, 12 Agustus 2016

Posted by semangat 19.24 No comments

WASHINGTON - Dunia diguncang dengan berita heboh kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli tahun 1776. Saat itu 13 Koloni Amerika, yang sedang berperang melawan penguasa Inggris Raya, tiba-tiba mengumumkan kemerdekaan mereka.

Koloni yang sebelumnya dibentuk dari emigrasi warga Inggris puritan, setelah gagal mengganti konstitusi Inggris, English Common Law, dengan Biblical Laws, pada tahun 1642 sampai 1648 itu, kini menjadi negara baru. Pada awalnya, di benua baru itu, mereka hanya ingin mendirikan komunitas dengan perundangan sendiri yang mereka inginkan dengan nama The Plymouth Colony.

Adalah Sultan Mohammed Ben Abdellah al-Khatib, dikenal dengan sebutan Mohammed III, Raja Maroko (1757-1790) yang pertama merasa simpati dengan perjuangan bangsa baru ini.

Dua pengamat hubungan internasional Gary Clyde Hufbauer dan Claire Brunel dalam sebuah jurnal di Peterson Institute for International Economics berjudul Capitalizing on the Morocco-US Free Trade Agreement: a road map for success, menjelaskan bahwa Raja Maroko lah yang pertama mengakui kemerdekaan Amerika Serikat tahun 1777.

Mohammed al-Khatib bahkan saat itu memberi bantuan militer ke pihak AS saat Presiden George Washington meminta izinnya tahun 1789 agar kapal-kapal AS boleh berlayar di sekitar Maroko, Afrika Utara.

Walaupun berperan penting dalam mendorong lahirnya sebuah negara yang kemudian menjadi adi daya dan pemain tunggal percaturan politik internasional, biografi Mohammed III tidak banyak dituliskan.

Dia merupakan putra Sultan Abdallah IV yang berkuasa di Maroko 1745 sampai 1757.

Sebelum memangku sebagai kepala negara, anggota Dinasti Alaouite ini pernah menjadi Gubernur Marrakesh tahun 1750 dan menjabat sementara sebagai Sultan tahun 1748.

Kemampuannya dalam dunia diplomasi dan hubungan internasional membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang berpikiran terbuka dibandingkan pendahulunya.

Ia menandatangani berbagai perjanjian damai dengan negara-negara Eropa, dan membatasi kekuasaan para perompak, bajak laut Barbary.

Dalam proyek revitalisasi kota tua Casablanca (Derb Tazi) dan renovasi Kasbah Marrakesh, raja keturunan Nabi SAW ini menggunakan banyak teknisi dan arsitek Eropa seperti Théodore Cornut dan muallaf Inggris Ahmed el Inglizi.

Mungkin karena itu, dalam pertemuan Raja Maroko dengan Presiden AS Barack Obama, seorang penulis di Middle East Voices di VOANews, Vish Sakthivel mengatakan, sudah saatnya AS dan Maroko me-reset kembali hubungan bilateral mereka ke arah yang lebih baik, mengingat eratnya pertalian sejarah antar keduanya.

Sumber : VOA

Kamis, 11 Agustus 2016

Posted by semangat 01.40 No comments

Assalamu'allaikum sahabat yg berakhlak mulia..salam santun...
 
: NASEHAT YANG SANGAT BERHARGA ::

Inilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan ada banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaan nya untuk ikut menguburkanmu.
Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!

Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??

Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia". Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana dan istri tercinta. Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??

Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban, hal-hal yg disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat.

"Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin."




Silahkan LIKE&SHARE jika dirasa bermanfaat....

Sabtu, 06 Agustus 2016

Posted by semangat 17.54 No comments

Ayo tanda tangani petisi ini. Dukung palestine

https://www.change.org/p/google-inc-google-put-palestine-on-your-maps?recruiter=206463636&utm_source=petitions_share&utm_medium=copylink

Jumat, 05 Agustus 2016

Posted by semangat 08.18 No comments

Oleh M. Anwar Djaelani
Peminat Masalah Sosial-Keagamaan
Penulis Buku “50 Pendakwah Pengubah Sejarah”

ADA dua hal menarik terkait dengan “bahasa tubuh” dan sikap Muhadjir Effendy yang baru dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pertama, di “Pelantikan Menteri, Muhadjir Menolak Halus Jabat Tangan Ibu Iriana Jokowi” (http://sangpencerah.com 28/07/2016). Kedua, “Masya-Allah, Mendikbud RI Beri Penghargaan Orang Tua Terhebat kepada Ayah dan Ibu Musa Al-Hafidz” (http:/jurnalmuslim.com30/07/2016). Mengapa kedua hal itu bisa mencuri perhatian publik?

Sikap Hati-hati
Pada 27/07/2016 sejumlah menteri baru dilantik dalam sebuah perombakan Kabinet. Prof. Dr. Muhadjir Effendy termasuk yang dilantik untuk jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Usai pelantikan dilanjutkan pemberian ucapan selamat. Di momen itulah, terjadi hal yang -setidaknya bagi sementara orang- patut diapresiasi. Saat itu, Presiden Jokowi yang didampingi istrinya dan tamu Pejabat Negara lainnya memberikan ucapan selamat kepada para Menteri yang dilantik. Tiba giliran Iriana(istri Jokowi) akan menyampaikan selamat kepada Mendikbud, seketika itu Muhadjir mencakupkan tangan ke dada sebagai isyarat halus untuk tak berjabat tangan secara langsung.

Tak pelak, “adegan kecil” ini bisa mengundang simpati. Bahkan, “adegan kecil” itu bukan tak mungkin adalah cara Muhadjir dalam memberi pesan kepada publik atas apa yang akan menjadi arah kebijakannya sebagai Mendikbud.

Siapa Muhadjir Effendy? Muhadjir lahir di Madiun pada 29/07/1956. Dia rektor Universitas Muhammadiyah Malang 2008-2016. Dia lulus S3 Sosiologi Politik Unair pada 2008 dan menjadi Guru Besar pada 2014. Sejak mahasiswa dan sampai kini dia aktif menulis artikel-opini. Tulisannya tersebar di sejumlah media daerah maupun nasional.

Sampai dilantik sebagai Mendikbud, Muhadjir adalah salah satu Ketua PP Muhammadiyah. Dulu, sebagai pelajar dia aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) dan kala mahasiswa aktif di HMI(Himpunan Mahasiswa Islam). Di keseharian beliau kerap menjadi Imam shalat.

Lalu, apa istimewanya sikap tak mau bersalaman dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya? Bukankah soal haram atau tidaknya jabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya termasuk khilafiyah dalam Islam?

Boleh jadi, setidaknya dengan cara itu Muhadjir ingin menunjukkan sikap hati-hati. Kita tahu, indikasi terpenting dari seseorang yang bertaqwa –seperti yang pernah digambarkan Abu Hurairah Ra- adalah selalu berhati-hati di setiap keadaan. Senantiasa berhati-hati agar tak terjatuh kepada situasi melanggar larangan Allah.

Terkait ini, mari berefleksi. Di beberapa tahun terakhir ini, di banyak sekolah –dari TK sampai SMA- berkembang tradisi yang baik. Di pagi hari, saat murid berdatangan di sekolah, sejumlah guru menyambut di sebuah “titik strategis”. Sang guru memperhatikan satu demi satu murid yang datang, menjalin komunikasi batin. Dengan senyum ramah, guru-guru itu menerima salam dari para murid. Tak cukup di situ, mereka juga bersalaman.

Baca Juga :

Sebagian besar murid bahkan melakukannya dengan mencium tangan si guru.

Terkait hal di atas, yang perlu kita kritisi adalah untuk tingkat SMP dan SMA. Rasanya, sebagian (besar) dari murid-murid itu telah baligh dan untuk itu kedua pihak –guru dan murid- sebaiknya menahan diri untuk tak saling berjabat tangan jika berlainan jenis. Juga, murid menahan diri untuk tak mencium tangan si guru jika berlainan jenis.

Di keseharian lainnya selama di sekolah mestinya juga sama, yaitu berhati-hati dalam hal yang sering dianggap sepele karena “hanya” sekadar jabat tangan atau cium tangan. Lihatlah misalnya saat acara “Halal bil-Halal”. Antar-guru, antar-guru dan murid, dan antar-murid yang berlainan jenis tampak bebas bersalaman.

Kini, lewat “isyarat” Sang Mendikbud, semoga kita bisa mengikuti jejaknya. Dengan cara itu, semoga salaman yang memiliki nilai positif tak terkurangi nilainya dengan sebuah aktivitas yang sebenarnya bisa kita hindari. Hal itu tergantung kepada kemauan dari masing-masing orang dan terutama dari yang berstatus sebagai pemimpin.

Ukuran Sukses

Lihatlah fragmen ini: Mendikbud Muhadjir memberikan Piagam Penghargaan kepada La Ode Abu Hanafi dan Yulianti, yang masing-masing adalah ayah dan ibu dari Musa. Siapa Musa?

Nama lengkap Musa adalah La Ode Musa. Di Musabaqah Hifzhil Qur’an International di Sharm El-Sheikh Mesirpada 10-14 April 2016 Musa yang berusia 7 tahun menjadi Juara Ketiga. Hal yang sangat istimewa, di ajang lomba hafizh anak tingkat dunia itu, Musa yang mewakili Indonesia adalah peserta termuda dan dengan postur terkecil.

Piagam yang diberikan kepada orang-tua Musa itu sungguh prestisius, yaitu sebagai orang-tua hebat. Penghargaan itu diberikan secara resmi oleh Mendikbud pada 30/07/2016 dalam rangka kegiatan Pendidikan Keluarga tahun 2016.
Sangat boleh jadi, di titik ini, Mendikbud Muhadjir hendak mengirim pesan bahwa ukuran sukses itu jangan hanya yang bersifat “bendawi” saja. Tapi, bahkan ini yang penting, ukuran sukses itu hendaknya lebih dilihat pada kemampuan seseorang dalam mencapai keberhasilan atau sukses menurut kriteria dari Sang Pencipta.

Apa kriterianya? Salah satu kriterianya ada pada QS Al-A’laa [87]: 14-15: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat”.

Insya-Allah orang-tua Musa memenuhi ketiga kriteria orang yang beruntung (baca: orang yang sukses) yaitu mereka yang beriman, selalu ingat Allah (terbukti dengan memberikan pendidikan yang terbaik bagi Musa), dan menegakkan shalat.

Pesan ini harus ditangkap oleh semua pihak, terutama para orang-tua dan segenap guru bahwa ukuran sukses itu tak melulu berupa pencapaian nilai yang tinggi dari berbagai pelajaran yang diujikan. Tapi, hendaknya dibersamai dengan pencapaian sikap bahwa seseorang itu harus beriman, selalu berakhlaq baik (karena selalu ingat Alah), dan senantiasa menunaikan berbagai perintah agama.

Semoga Istiqomah

Alhasil, mari iringi Menteri Muhadjir Effendy dalam memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sepenuh empati tanpa sedikitpun mengurangi sikap kritis kita. Selamat bekerja Pak Menteri!

Posted by semangat 08.16 No comments

Oleh M. Anwar Djaelani
Peminat Masalah Sosial-Keagamaan
Penulis Buku “50 Pendakwah Pengubah Sejarah”

ADA dua hal menarik terkait dengan “bahasa tubuh” dan sikap Muhadjir Effendy yang baru dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Pertama, di “Pelantikan Menteri, Muhadjir Menolak Halus Jabat Tangan Ibu Iriana Jokowi” (http://sangpencerah.com 28/07/2016). Kedua, “Masya-Allah, Mendikbud RI Beri Penghargaan Orang Tua Terhebat kepada Ayah dan Ibu Musa Al-Hafidz” (http:/jurnalmuslim.com30/07/2016). Mengapa kedua hal itu bisa mencuri perhatian publik?

Sikap Hati-hati
Pada 27/07/2016 sejumlah menteri baru dilantik dalam sebuah perombakan Kabinet. Prof. Dr. Muhadjir Effendy termasuk yang dilantik untuk jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Usai pelantikan dilanjutkan pemberian ucapan selamat. Di momen itulah, terjadi hal yang -setidaknya bagi sementara orang- patut diapresiasi. Saat itu, Presiden Jokowi yang didampingi istrinya dan tamu Pejabat Negara lainnya memberikan ucapan selamat kepada para Menteri yang dilantik. Tiba giliran Iriana(istri Jokowi) akan menyampaikan selamat kepada Mendikbud, seketika itu Muhadjir mencakupkan tangan ke dada sebagai isyarat halus untuk tak berjabat tangan secara langsung.

Tak pelak, “adegan kecil” ini bisa mengundang simpati. Bahkan, “adegan kecil” itu bukan tak mungkin adalah cara Muhadjir dalam memberi pesan kepada publik atas apa yang akan menjadi arah kebijakannya sebagai Mendikbud.

Siapa Muhadjir Effendy? Muhadjir lahir di Madiun pada 29/07/1956. Dia rektor Universitas Muhammadiyah Malang 2008-2016. Dia lulus S3 Sosiologi Politik Unair pada 2008 dan menjadi Guru Besar pada 2014. Sejak mahasiswa dan sampai kini dia aktif menulis artikel-opini. Tulisannya tersebar di sejumlah media daerah maupun nasional.

Sampai dilantik sebagai Mendikbud, Muhadjir adalah salah satu Ketua PP Muhammadiyah. Dulu, sebagai pelajar dia aktif di PII (Pelajar Islam Indonesia) dan kala mahasiswa aktif di HMI(Himpunan Mahasiswa Islam). Di keseharian beliau kerap menjadi Imam shalat.

Lalu, apa istimewanya sikap tak mau bersalaman dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya? Bukankah soal haram atau tidaknya jabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya termasuk khilafiyah dalam Islam?

Boleh jadi, setidaknya dengan cara itu Muhadjir ingin menunjukkan sikap hati-hati. Kita tahu, indikasi terpenting dari seseorang yang bertaqwa –seperti yang pernah digambarkan Abu Hurairah Ra- adalah selalu berhati-hati di setiap keadaan. Senantiasa berhati-hati agar tak terjatuh kepada situasi melanggar larangan Allah.

Terkait ini, mari berefleksi. Di beberapa tahun terakhir ini, di banyak sekolah –dari TK sampai SMA- berkembang tradisi yang baik. Di pagi hari, saat murid berdatangan di sekolah, sejumlah guru menyambut di sebuah “titik strategis”. Sang guru memperhatikan satu demi satu murid yang datang, menjalin komunikasi batin. Dengan senyum ramah, guru-guru itu menerima salam dari para murid. Tak cukup di situ, mereka juga bersalaman.

Baca Juga :

Sebagian besar murid bahkan melakukannya dengan mencium tangan si guru.

Terkait hal di atas, yang perlu kita kritisi adalah untuk tingkat SMP dan SMA. Rasanya, sebagian (besar) dari murid-murid itu telah baligh dan untuk itu kedua pihak –guru dan murid- sebaiknya menahan diri untuk tak saling berjabat tangan jika berlainan jenis. Juga, murid menahan diri untuk tak mencium tangan si guru jika berlainan jenis.

Di keseharian lainnya selama di sekolah mestinya juga sama, yaitu berhati-hati dalam hal yang sering dianggap sepele karena “hanya” sekadar jabat tangan atau cium tangan. Lihatlah misalnya saat acara “Halal bil-Halal”. Antar-guru, antar-guru dan murid, dan antar-murid yang berlainan jenis tampak bebas bersalaman.

Kini, lewat “isyarat” Sang Mendikbud, semoga kita bisa mengikuti jejaknya. Dengan cara itu, semoga salaman yang memiliki nilai positif tak terkurangi nilainya dengan sebuah aktivitas yang sebenarnya bisa kita hindari. Hal itu tergantung kepada kemauan dari masing-masing orang dan terutama dari yang berstatus sebagai pemimpin.

Ukuran Sukses

Lihatlah fragmen ini: Mendikbud Muhadjir memberikan Piagam Penghargaan kepada La Ode Abu Hanafi dan Yulianti, yang masing-masing adalah ayah dan ibu dari Musa. Siapa Musa?

Nama lengkap Musa adalah La Ode Musa. Di Musabaqah Hifzhil Qur’an International di Sharm El-Sheikh Mesirpada 10-14 April 2016 Musa yang berusia 7 tahun menjadi Juara Ketiga. Hal yang sangat istimewa, di ajang lomba hafizh anak tingkat dunia itu, Musa yang mewakili Indonesia adalah peserta termuda dan dengan postur terkecil.

Piagam yang diberikan kepada orang-tua Musa itu sungguh prestisius, yaitu sebagai orang-tua hebat. Penghargaan itu diberikan secara resmi oleh Mendikbud pada 30/07/2016 dalam rangka kegiatan Pendidikan Keluarga tahun 2016.
Sangat boleh jadi, di titik ini, Mendikbud Muhadjir hendak mengirim pesan bahwa ukuran sukses itu jangan hanya yang bersifat “bendawi” saja. Tapi, bahkan ini yang penting, ukuran sukses itu hendaknya lebih dilihat pada kemampuan seseorang dalam mencapai keberhasilan atau sukses menurut kriteria dari Sang Pencipta.

Apa kriterianya? Salah satu kriterianya ada pada QS Al-A’laa [87]: 14-15: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat”.

Insya-Allah orang-tua Musa memenuhi ketiga kriteria orang yang beruntung (baca: orang yang sukses) yaitu mereka yang beriman, selalu ingat Allah (terbukti dengan memberikan pendidikan yang terbaik bagi Musa), dan menegakkan shalat.

Pesan ini harus ditangkap oleh semua pihak, terutama para orang-tua dan segenap guru bahwa ukuran sukses itu tak melulu berupa pencapaian nilai yang tinggi dari berbagai pelajaran yang diujikan. Tapi, hendaknya dibersamai dengan pencapaian sikap bahwa seseorang itu harus beriman, selalu berakhlaq baik (karena selalu ingat Alah), dan senantiasa menunaikan berbagai perintah agama.

Semoga Istiqomah

Alhasil, mari iringi Menteri Muhadjir Effendy dalam memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan sepenuh empati tanpa sedikitpun mengurangi sikap kritis kita. Selamat bekerja Pak Menteri!

Kamis, 04 Agustus 2016

Posted by semangat 17.39 No comments

Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika disebutkan “Zombie”? Jika yang muncul adalah sosok mayat hidup yang berlumuran darah dan mengejar manusia untuk digigit dan dijadikan mayat hidup berikutnya, berarti ghazwul fikri yang dilancarkan Barat telah berhasil 100%.

Barat melahirkan istilah “zombie” untuk menggambarkan mayat hidup yang tidak memiliki pikiran dan bernafsu memangsa manusia normal. Melalui serangkaian cara mulai dari novel, film hingga game, zombie digambarkan sebagai makhluk jahat yang harus dilawan. Ia mayat hidup yang tidak memiliki kebaikan sama sekali.

Namun, benarkah Zombie dalam dunia nyata seperti itu? Ternyata Zombie adalah nama salah seorang pahlawan Islam di Brazil.

Pada abad ke-XVI, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil. Saat itu, orang-orang Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke Brazil sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika ini beragama Islam sehingga sejak saat itu ada banyak muslim di Brazil.

Tahun demi tahun, jumlah muslim di Brazil semakin banyak. Selain para pendatang, penduduk asli juga mulai ada yang masuk Islam, menjadi mualaf. Posisi kaum muslimin pun semakin kuat, bukan hanya para pekerja tebu.

Ketika posisi Islam di Brazil menguat, Pasukan Salibis menghabisi mereka. Pasukan Salibis berusaha menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya. Dan mereka menganggap program mereka berhasil. Islam telah dilumatkan.

Di saat seperti itu, pada tahun 1643, tiba-tiba muncul seorang pahlawan Islam. Dengan gagah berani ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil setelah sebelumnya bergerak mendakwahkan Islam ke berbagai penjuru Brazil dan mengajak para tokoh dan pimpinan di wilayah itu untuk masuk Islam. Nama pahlawan itu adalah Zombie.

Salibis yang mengira Islam di Brazil telah mati tersentak. Rupanya Islam belum mati. Zombie telah menghidupkan Islam kembali di bumi Brazil. Dan karenanya, pasukan Salibis pun segera menjadikan Zombie sebagai target. Dan rupanya, Zombie tidak hanya dimusuhi di waktu itu. Namanya pun dihancurkan di abad modern ini. [Tarbiyah.net]

Posted by semangat 17.35 No comments

Ibnu Sina adalah seorang ilmuwan Muslim yang terkenal di dunia. Ia seorang ilmuwan dengan pemikiran-pemikiran yang cerdas mendasari ilmu kedokteran modern. Ia banyak disebut sebagai "Bapak Kedokteran Modern." George Sarton menyebutnya sebagai "Ilmuwan Paling Terkenal dari Islam dan Salah Satu yang Paling Terkenal Pada Semua Bidang Tempat, dan Waktu". Ia lahir pada zaman keemasan peradaban Islam, sehingga ia disebut sebagai tokoh Islam dunia.

Ibnu Sina juga seorang penulis yang produktif, sebagian besar karyanya membahas tentang filsafat dan pengobatan. Ia adalah satu-satunya filsafat besar  dalam Islam yang berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim hingga beberapa abad. Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai Qanun yang digunakan sebagai Referensi di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Biografi Ibnu Sina

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā. Ibnu Sina lahir pada 980 M di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia). Ia berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Orang tuanya adalah seorang pegawai tinggi pada pemerintahan Dinasti Saman. Ia dibesarkan di Bukharaja serta belajar falsafah dan ilmu-ilmu agama Islam.

Saat berusia 10 tahun dia banyak mempelajari ilmu agama Islam dan berhasil menghafal Al-Qur'an. Ia dibimbing oleh Abu Abdellah Natili, dalam mempelajari ilmu logika untuk mempelajari buku Isagoge dan Prophyry, Eucliddan Al-Magest Ptolemus. Setelah itu dia juga mendalami ilmu agama dan Metaphysics Plato dan Arsitoteles.

Suatu ketika dia mengalami masalah saat belajar ilmu Metaphysics dari Arisstoteles. Empat Puluh kali dia membacanya sampai hafal setiap kata yang tertulis dalam buku tersebut, namun dia tidak dapat mengerti artinya. Sampai suatu hari setelah dia membaca Agradhu kitab ma waraet thabie’ah li li Aristho-nya Al-Farabi (870 - 950 M), semua persoalan mendapat jawaban dan penjelasan yang terang benderang, bagaikan dia mendapat kunci bagi segala ilmu Metaphysics.

Setelah berhasil mendalami ilmu-ilmu alam dan ketuhanan, Ibnu Sina merasa tertarik untuk mempelajari ilmu kedokteran. Ia mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya. Meskipun secara teori dia belum matang, tetapi ia banyak melakukan keberhasilan dalam mengobati orang-orang sakit. Setiap kali menghadapi kesulitan, maka ia memohon kepada Allah agar diberikan petunjuk, maka didalam tidurnya Allah memberikan pemecahan terhadap kesulitan-kesulitan yang sedang dihadapinya.

Suatu ketika saat Amir Nuh Bin Nasr sedang menderita sakit keras. Mendengar tentang kehebatan yang dimiliki oleh Ibnu Sina, akhirnya dia diminta datang ke Istana untuk mengobati Amir Nuh Bin Nasr sehingga kesehatannya pulih kembali. Sejak itu, Ibnu Sina menjadi akrab dengan Amir Nuh Bin Nasr yang mempunyai sebuah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku yang sangan lengkap di daerah itu. Sehingga membuat Ibnu Sina mendapat akses untuk mengunjungi perpustakaan istana yang terlengkap yaitu Kutub Khana.

Berkat perpustakaan tersebut, Ibnu Sina mendapatkan banyak ilmu pengetahuan untuk bahan-bahan penemuannya. Pada suatu hari perpustakaan tersebut terbakar dan orang-orang setempat menuduh Ibnu Sina bahwa dirinya sengaja membakar perpustakaan tersebut, dengan alasan agar orang lain tidak bisa lagi mengambil manfaat dari perpustakaan itu.

Ibnu Sina lahir di zaman keemasan Peradaban Islam. Pada zaman tersebut ilmuwan-ilmuwan muslim banyak menerjemahkan teks ilmu pengetahuan dari Yunani, Persia dan India. Teks Yunani dari zaman Plato, sesudahnya hingga zaman Aristoteles secara intensif banyak diterjemahkan dan dikembangkan lebih maju oleh para ilmuwan Islam.

Pengembangan ini terutama dilakukan oleh perguruan yang didirikan oleh Al-Kindi. Pengembangan ilmu pengetahuan di masa ini meliputi matematika, astronomi, Aljabar, Trigonometri, dan ilmu pengobatan. Pada zaman Dinasti Samayid dibagian timur Persian wilayah Khurasan dan Dinasti Buyid dibagian barat Iran dan Persian memberi suasana yang mendukung bagi perkembangan keilmuan dan budaya. Di zaman Dinasti Samaniyah, Bukhara dan Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu pengetahun dunia Islam.

Saat berusia 22 tahun, ayah Ibnu Sina meninggal dunia. Pemerintahan Samanid menuju keruntuhan. Masalah yang terjadi dalam pemerintahan tersebut akhirnya membuatnya harus meninggalkan Bukhara. Pertama ia pindah ke Gurganj, ia tinggal selama 10 tahun di Gurganj. Kemudia ia pindah dari Gurganj ke Nasa, kemudian pindah lagi ke Baward, dan terus berpindah-pindah tempat untuk mempelajari ilmu baru dan mengamalkannya.

Shams al-Ma’äli Qäbtis, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibnu Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ia sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, ia bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri di mana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini, dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

Kemampuan Dalam Bidang Kedokteran dan Filsafat

Dalam bidang kedokteran dia mempersembahkan Al-Qanun fit Thibb, dimana ilmu kedokteran modern mendapat pelajaran, sebab kitab ini selain lengkap, disusunnya secara sistematis. Kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam.

Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang masih belum terjawab sebelumnya. Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa.

Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filsafat besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Karya-karya dari Ibnu Sina

Karya yang ditulis oleh Ibnu Sina diperkiranan antara 100 sampai 250 buah judul. Karya-karya Ibnu Sina yang terkenal dalam Filsafat adalah As-Shifa, An-Najat, dan Al-Isyarat. Karyanya yang terkenal dalam bidang kedokteran adalah Al-Qanun. Kualitas karyanya yang bergitu luar biasa dan keterlibatannya dalam praktik kedokteran, mengajar, dan politik, menunjukkan tingkat kemampuan yang luar biasa. Selain itu, ia banyak menulis karangan-karangan pendek yang dinamakan Maqallah. Beberapa Karyanya diantara lain :

Al-Qanun fi Thib (aturan pengobatan)
Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
Al-Inshaf (buku tentang keadilan sejati)
An-Najah (buku tentang kebahagiaan Jiwa)
Al-Musiqa (Buku tentang musik)
dan sebagainya.

Selain karya filsafatnya tersebut, Ibnu Sina meninggalkan sejumlah esai dan syair. Beberapa esainya yang terkenal adalah :
Hayy ibn Yaqzhan
Risalah Ath-Thair
Risalah fi Sirr Al-Qadar
Risalah fi Al- 'Isyq
Tahshil As-Sa'adah

Beberapa karya puisinya yaitu :
Al-Urjuzah fi Ath-Thibb
Al-Qasidah Al-Muzdawiyyah
Al-Qasidah Al- 'Ainiyyah

Dalam sejarah pemikiran filsafat abad pertengahan, sosok Ibnu Sina memperoleh penghargaan yang tinggi hingga masa modern. Ia adalah satu-satunya filsafat besar Islam yang telah berhasil membangun sistem filsafat yang lengkap dan terperinci, suatu sistem yang telah mendominasi tradisi filsafat muslim beberapa abad. Kehidupan Ibnu Sina dihabiskan untuk urusan negara dan menulis. Pada usia 58 tahun (428 H / 1037 M) Ibnu Sina meninggal dan dikuburkan di Hamazan. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Sumber :www.biografipedia.com

Selasa, 02 Agustus 2016

Posted by semangat 22.14 No comments

Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit.

Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."

Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI

Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.

Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.

Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.

Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.

Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”

Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.

Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah
Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.

Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.

Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?

Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.

Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”
Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat
Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”

Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber: "Cerita ini diambil dari buku '20 Kisah Sahabat dan Thabiin' terbitan Qibla karangan Ummuthoriq el khanzo."
Subhanallah

Posted by semangat 20.12 No comments

Indonesia mayoritas Islam, tapi, yang paling disudutkan Muslim.

Lebih serem yang pake cadar, dari pada yang pake rok mini.

Lebih serem orang berjenggot, dari pada yang tatoan.

Pake baju tauhid ditangkep, pake baju PKI gapapa.

Lebih curiga sama yang rajin ibadah di mesjid, dari pada orang yang mabok-mabokan dan judi.

Diduga teroris langsung tembak, bandar Narkoba Internasional bisa di nego.

Lebih mentolelir aliran sesat, dari pada syariat.

Dunia sudah kebolak balik?

Yang nyunnah – radikal
Yang nyeleneh – toleran

Yang jilbab syar’i – ekstrem
Yang ga pake jilbab – cantik

Yang menikah lagi - Penjahat
Yang main pelacur - Biasa lelaki

Yang muda sholat 5 waktu – Waspadai
Yang muda ga sholat – wajar masih muda

Yang jenggotan rajin ke masjid – teroris
Yang jenggotan rajin dugem – keren

Yang ke majelis ta’lim pekanan – Fanatik
Yang ke bioskop harian – gaul

Yang hapal Al Qur’an 30 juz – militan
Yang hapal banyak musik – hebat

Yang anaknya di jilbabin – Keterlaluan, melanggar HAM
Yang anaknya pake rok mini – imutnya

Yang pakai baju koko – sok alim
Yang ga pake baju – jantan

Yang hariannya bicara Islam – sok ustadz
Yang hariannya ghibah – up to date

Media islam – radikal
Media porno – kebutuhan

Buka Mata Hati Anda hai manusia!

ﺑَﺪَﺃَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡُ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻭَﺳَﻴَﻌُﻮﺩُ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺪَﺃَ ﻏَﺮِﻳﺒًﺎ ﻓَﻄُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Sahabat bertanya siapa kah orang asing itu,
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab:
Mereka ialah orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan di tengah kerusakan.
(HR. Ahmad) .

Dan ingatlah bahwa kalian semua PASTI MATI dan hanya kepada Allah Tabaroka wa Ta'āla kalian akan kembali serta dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kalian

Maka segeralah bertobat selagi masih ada kesempatan..

*Sumber: fb

Posted by semangat 20.10 No comments

Mendengar percakapan bocah pas adzan "cepetan ke masjid, abis sholat kita cari pokemon lagi."

Dengernya adem yah... Anak kecil mau ke masjid tanpa di suruh dan dibentak-bentak.

Siapa yang tak kenal dengan nama permainan Pokemon Go, yang kini tengah banyak dimainkan di Indonesia. Meskipun belum ada keterangan resmi dari Niantic tentang keberadaannya di Asia, Pokemon Go memang diketahui telah banyak dimainkan di Tanah Air. Hal tersebut tentu karena daya tarik Pokemon Go yang mengharuskan para pemainnya berburu karakter Pokemon mengandalkan jarigan GPS.

Untuk kamu yang sudah main Pokemon Go, tentu tak asing dengan beberapa titik tertentu dalam game Pokemon Go yang disebut dengan PokeStop. Menariknya, PokeStop yang berfungsi sebagai tempat untuk mendapatkan item gratis tersebut justru banyak yang mendeteksi tempat ibadah, seperti Masjid, Gereja, hingga Wihara.

Lantas, kenapa ya hal tersebut dapat terjadi? Sebagai informasi, Niantic sebelum meluncurkan game Pokemon Go ternyata juga telah sukses dengan game berbasis lokasi lainnya yang dikenal dengan sebutan Ingress pada tahun 2012 lalu. Nah, dari data game tersebutlah akhirnya Pokemon Go juga memberlakukan titik-titik itu tersebut sebagai PokeStop.

Hal ini dibenarkan Muhammad Sulham selaku admin Fanspage Pokemon Go Indonesia kepada media. Ia mengatakan jika sebenarnya titik PokeStop di Masjid atau tempat ibadah lainnya tersebut ialah berdasarkan patokan data dari game Ingress. Pada game Ingress tersebut titik-titik tersebut bernama checkpoints. Menariknya, setiap checkpoints tersebut dibuat sendiri oleh para pemain Ingress lengkap dengan foto dan informasi alamatnya.

Sulham menambahkan, berhubung para pemain Ingress tersebut banyak yang mencantumkan tempat ibadah sebagai titik checkpoints maka wajar ketikan data yang sebelumnya sudah dikumpulkan tersebut kembali digunakan Niantic untuk game Pokemon Go.

Kembali ke percakapan anak tadi, paling tidak pokemon go berfungsi mendekatkan anak-anak pada masjid. Mereka bisa sholat tepat waktu dan berjamaah lagi. Bisa main seharian di masjid. Bahkan subuh-subuh mereka sudah bangun menjemput teman yang lain untuk berburu pokemon. Padahal ijin sama ortunya sholat ke masjid. Sholat sih.. Tapi ada udang dibalik bakwan :)

Nah sekarang, pinter-pinternya takmir masjid untuk mendekatkan anak-anak agar semakin betah dan mau meramaikan masjid. Mereka bukan pengganggu apalagi perusuh. Mereka potensi aset yang berharga bagi ummat. Jangan bikin mereka sakit hati dan menjauh pergi dari masjid.

Momentum pokemon inilah yang menyadari kita bahwa selama ini mereka telah jauh dari masjid. Masjid telah dibiarkan terkurung, sepi shaf-shafnya karena pintunya dikunci dan digembok. Sesungguhnya anak-anak inilah yang akan berbaris bershaf-shaf rapih disetiap waktu.

*Sumber: smeaker, fb Badriyah Corleone

Kamis, 14 April 2016

Posted by semangat 05.55 No comments
Tholhah bin ‘Abdirrahman bin’ Auf adalah orang paling terpandang dari suku Quraisy di zamannya.

Suatu hari, isteri beliau berkata kepadanya : “Saya belum pernah melihat ada kaum yang paling mudah mengeluh seperti saudara² Anda.”

Tholhah bertanya : “Kenapa bisa begitu?”

Isterinya menjawab : “Karena saya perhatikan, jika Anda dalam keadaan berharta (kaya), mereka selalu bersama Anda. Namun, jika Anda tidak memiliki harta (fakir), mereka meninggalkan Anda.”

Tholhah pun menjawab : “Hal ini, demi Allah! Bahkan merupakan kemuliaan akhlak mereka!
Mereka mendatangi kita saat kita memiliki kemampuan untuk memuliakan mereka.
Dan mereka meninggalkan kita saat kondisi kita tidak mampu untuk memenuhi hak mereka.”

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter